Bahan ada, ide tidak ada
Bahan yang sudah dibeli terlupakan karena pengguna tidak tahu menu apa yang dapat dibuat.
Solusi → Cari menu dari stok bahanTUGAS 2 · KONSEP APLIKASI NATIVE ANDROID
Kenalkan DapurSaku: rancangan aplikasi yang membantu mahasiswa, santri, dan anak kos memilih menu dari bahan yang dimiliki, anggaran yang tersedia, dan jumlah porsi yang dibutuhkan.
Demo dapat dicoba di browser. Aplikasi native Android masih dalam tahap rancangan.
Selamat datang 👋
Bahan di dapurmu
25 menit · tambahan bahan terjangkau
Isi dapurjadi titik awal pencarian
Anggaranmembatasi biaya tambahan
Jumlah porsimenentukan takaran resep
Resep yang ditemukan bisa meminta bahan tambahan, alat, atau biaya yang tidak sesuai kondisi pengguna. DapurSaku menyusun pilihan menu dari kondisi yang dimasukkan pengguna.
Bahan yang sudah dibeli terlupakan karena pengguna tidak tahu menu apa yang dapat dibuat.
Solusi → Cari menu dari stok bahanResep memerlukan bahan lain, sementara pengguna punya batas belanja harian.
Solusi → Tampilkan kekurangan & estimasi biayaPetunjuk resep sering dibuat untuk jumlah orang yang berbeda atau alat yang tidak dimiliki.
Solusi → Sesuaikan porsi, waktu & alatIde ini dikembangkan dari konsep pencarian resep berdasarkan bahan seperti SuperCook, dengan fokus khusus pada biaya dalam rupiah, porsi, dan kebiasaan memasak pengguna Indonesia.
Masukkan bahan beserta jumlahnya, misalnya tempe 200 g, dua butir telur, bawang, cabai, dan kecap.
Pilih batas anggaran tambahan, jumlah porsi, waktu, serta alat masak yang dimiliki.
Aplikasi mengurutkan resep yang sesuai, lalu menampilkan kekurangan bahan, estimasi biaya, takaran baru, dan panduan memasak.
Pengguna mempunyai tempe, telur, cabai, bawang, dan kecap. Untuk satu resep yang memerlukan tiga telur, stok dua telur berarti perlu membeli satu lagi. Jika harga yang dimasukkan pengguna Rp3.000 per butir, estimasi biaya tambahannya Rp3.000.
Pilih bahan yang kamu punya, ubah jumlahnya, lalu tentukan batas belanja dan porsi. Hasil akan dihitung langsung dari katalog contoh di halaman ini.
Memuat contoh menu…
Simulasi browser dengan resep dan harga contoh, bukan data pasar terkini. Hasil biaya merupakan perkiraan; contoh ini tidak mengirim data yang kamu masukkan ke server.
Aktor utama adalah pengguna yang menyiapkan makanan dan admin yang menjaga kualitas data resep. Penggunaan dasar dirancang bisa dicoba sebagai tamu; akun diperlukan untuk sinkronisasi lintas perangkat.
Versi awal fokus pada pencarian menu, takaran, dan daftar belanja. Fitur lanjutan hadir setelah inti aplikasi teruji.
Masukkan bahan yang ada di dapur berikut jumlahnya agar rekomendasi tidak menebak stok.
VERSI AWALPilih menu berdasarkan kecocokan bahan, sisa anggaran, waktu, dan alat masak.
VERSI AWALSkalakan takaran, lihat bahan yang kurang, dan hitung estimasi belanja tambahan.
VERSI AWALUbah bahan yang belum tersedia menjadi daftar belanja praktis dengan tanda selesai.
VERSI AWALBaca langkah memasak dengan jelas dan simpan resep untuk digunakan kembali.
VERSI AWALRencana menu mingguan dan pengingat bahan mendekati kedaluwarsa untuk tahap selanjutnya.
TAHAP LANJUTDapurSaku dirancang native Android menggunakan Kotlin. Antarmuka menampilkan input dan hasil; mesin rekomendasi mencocokkan resep; penyimpanan lokal menampung data yang sudah dimuat; server memperbarui katalog saat tersedia koneksi.
Pemisahan sistem: demo pada halaman WordPress menghitung contoh rekomendasi di browser. Diagram di atas adalah rancangan aplikasi native Android yang akan dikembangkan terpisah, dengan server untuk sinkronisasi.
Acuan rancangan: panduan arsitektur Android dan panduan data offline Android.
Menggabungkan bahan yang ada, batas uang, porsi, waktu, dan alat dalam satu rekomendasi; resep berfokus pada bahan yang mudah dikenali di Indonesia.
Katalog resep dan harga perlu diperbarui. Pengguna harus mencatat stok dengan cukup akurat agar hasilnya berguna.
Mahasiswa, santri, dan anak kos dapat dilibatkan sebagai penguji awal; mitra kuliner lokal berpotensi membantu menambah resep serta distribusi.
Konten resep gratis dan aplikasi sejenis bersaing untuk perhatian pengguna; harga bahan yang berubah cepat dapat mengurangi akurasi estimasi.
Sembilan elemen BMC menunjukkan siapa penggunanya, cara menjangkau mereka, kegiatan utama, dan sumber pendapatan yang direncanakan.
Utama: mahasiswa, santri, dan anak kos. Berikutnya: pemula memasak dan keluarga kecil.
Menu sesuai stok, batas anggaran, porsi, waktu, dan alat; menampilkan belanja tambahan secara terbuka.
Google Play saat aplikasi siap, media sosial, komunitas kampus/pondok, dan website profil produk.
Panduan awal yang ringkas, formulir masukan, perbaikan resep dari laporan pengguna, dan notifikasi yang bisa diatur.
Langganan Premium; iklan terbatas dan afiliasi bahan setelah jumlah pengguna serta kemitraan memadai.
Tim pengembang, kode aplikasi, katalog resep dengan takaran, data harga acuan, dan infrastruktur server.
Membangun aplikasi, menguji rekomendasi, memeriksa resep, memperbarui harga acuan, dan membantu pengguna.
Kreator resep, komunitas kampus/pondok, dan penjual bahan lokal untuk kerja sama di tahap lanjut.
Pengembangan dan perawatan aplikasi, pengelolaan konten, hosting, dukungan pengguna, serta promosi.
Rencana awal tidak membutuhkan kampanye besar. Mulai dari pengujian kecil, dengarkan kebutuhan nyata, lalu perluas lewat contoh menu yang mudah dicoba.
Undang mahasiswa dan santri untuk mencoba prototipe selama dua minggu; catat menu yang dicari dan bahan yang sulit ditemukan.
Publikasikan resep “masak dari 3 bahan” dan simulasi belanja hemat di Instagram, TikTok, serta komunitas kampus.
Saat rilis, optimalkan deskripsi Google Play, ajak pengguna mengundang teman, dan ukur pemakaian ulang serta masukan mereka.
Berikut usulan harga untuk studi bisnis, bukan tarif aktif. Fitur berbayar direncanakan setelah fitur utama diuji dan layanan pembayaran siap.
Rp0 / selamanya
Untuk pengguna yang ingin mengubah bahan di dapur menjadi pilihan menu.
Rp12.000 / bulan
Untuk yang rutin memasak dan ingin mengatur menu beberapa hari sekaligus.
Rujukan pembayaran digital: Google Play Billing.
DapurSaku adalah konsep produk digital yang dirancang bagi orang yang ingin memasak sesuai bahan dan anggarannya. Rancangan ini disusun oleh Moch. Najih Syauqi Muhamad, mahasiswa TIF-4D Program Studi Teknologi Informasi, UIN Walisongo Semarang.
Status: rancangan akademik · aplikasi Android belum dirilis
Membantu pengguna memanfaatkan bahan yang sudah ada untuk membuat menu sesuai kebutuhannya.
Menyajikan rekomendasi resep lokal, takaran porsi, daftar bahan yang kurang, serta estimasi biaya yang dapat dikoreksi.
Prioritas pertama adalah input bahan, pencarian menu, filter anggaran dan porsi, rincian bahan kurang, daftar belanja, panduan, dan favorit. Setelah diuji pada pengguna nyata, pengingat bahan, menu mingguan, dan integrasi mitra bisa dikembangkan.
Lihat kembali konsepnya